SMP Negeri 267 Jakarta Gelar Sosialisasi Pilah Pilih Sampah

 

Menjaga kebersihan sekolah tidak cukup hanya dengan membuang sampah pada tempatnya. Sampah juga perlu dipilah sejak awal agar dapat dikelola sesuai dengan jenisnya. Hal inilah yang menjadi salah satu hal yang disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Pilah Pilih Sampah di SMP Negeri 267 Jakarta.

Sosialisasi disampaikan oleh Bapak Ondo Tona Pasu, S.Pd., Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk edukasi kepada warga sekolah sekaligus mendukung pelaksanaan Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.

Dalam kegiatan tersebut, warga sekolah diajak untuk lebih memperhatikan sampah yang dihasilkan setiap hari. Sampah yang selama ini sering kali langsung dibuang dan tercampur ternyata memiliki jenis dan cara pengelolaan yang berbeda.

Berdasarkan gerakan pemilahan sampah tersebut, sampah dibedakan menjadi empat kategori, yaitu sampah organik, anorganik, B3, dan residu.

Sampah organik antara lain berupa sisa makanan, kulit buah, daun, dan sampah lain yang mudah terurai. Sementara itu, sampah anorganik seperti botol plastik, kertas, kardus, kaca, dan logam masih dapat dipilah untuk dimanfaatkan kembali atau didaur ulang.

Ada pula sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun), seperti baterai dan beberapa jenis barang atau kemasan yang membutuhkan penanganan khusus. Sedangkan residu adalah sampah yang sudah tidak dapat dimanfaatkan atau diolah kembali.

Bapak Ondo menjelaskan bahwa kebiasaan memilah sampah sebenarnya dapat dimulai dari hal yang sederhana. Sebelum membuang sampah, warga sekolah perlu membiasakan diri melihat dan mengenali jenis sampah tersebut. Dengan begitu, sampah tidak langsung tercampur dan lebih mudah untuk dikelola.

Hal ini menjadi penting karena sampah yang sudah tercampur akan lebih sulit untuk dipilah kembali. Sebaliknya, jika pemilahan dilakukan sejak dari sumbernya, sampah yang masih memiliki nilai guna dapat dimanfaatkan dan jumlah sampah yang menjadi residu dapat dikurangi.

Melalui sosialisasi ini, SMP Negeri 267 Jakarta berharap kebiasaan memilah sampah dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari di lingkungan sekolah. Bukan hanya ketika ada kegiatan tertentu, tetapi menjadi kebiasaan bersama seluruh warga sekolah.

Langkahnya memang sederhana: kenali sampahnya, pilah sesuai jenisnya, lalu buang pada tempat yang tepat.

Dari kebiasaan kecil yang dilakukan bersama, lingkungan sekolah yang lebih bersih dan nyaman dapat terwujud.